RSS
Tampilkan postingan dengan label Biokimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biokimia. Tampilkan semua postingan

Kualitatif Protein

Protein terdiri dari berbagai asam amino yang berikatan satu dengan yang lainnya melalui ikatan peptida. Ikatan peptida ini terbentuk karena kondensasi dari gugus karboksil (-COOH) asam amino dengan gugus amina (NH2) dari asam amino lainnya. Semakin banyak ikatan peptida yang terdapat dalam suatu molekul protein, semakin banyak unit asam aminonya dan semakin panjang rantai molekulnya. Sifat protein ditentukan oleh bagaimana urutan dan jenis asam amino yang terdapat dalam suatu rantai protein. Kedua hal ini akan menetukan struktur molekul protein. Struktur dari molekul protein dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu: struktur primer, sekunder, tersier dan kuarterner. Struktur-struktur inilah yang membuat protein yang satu berbeda sifatnya dengan protein yang lain. Berdasarkan struktur molekulnya protein dapat diidentifikasi secara kualitatif. Pada percobaan di laboratorium, analisa kualitatif protein dapat dilakukan melalui uji biuret, uji pengendapan dengan logam, garam dan basa serta uji koagulasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Analisa Kualitatif Karbohidrat

Karbohidarat merupakan senyawa biomolekul yang mempunyai peranan sangat penting dalam kehidupan yaitu sebagai sumber energi dan penyususn struktur jaringan. Glukosa dan glikogen adalah contoh karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh kita, sedangkan selulosa berfungsi sebagai penyusun struktur jaringan bagi tumbuh-tumbuhan.

Karbohidrat dikelompokkan kedalam 4 golongan yaitu : monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida merupakan karbohidart yang paling sederhana contohnya glukosa, fruktosa, galaktosa, arabinosa, ribosa dll. Berdasarkan gugus fungsinya monosakarida dibedakan atas dua macam yaitu aldosa yang mengandung gugus aldehid dan ketosa yang mengandung gugus keton. Berdasarkan jumlah atom karbonnya monosakarida dibedakan atas heksosa, pentosa, tetrosa dan triosa. Disakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis akan menghasilkan 2 molekul monosakarida contohnya adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa. Oligosakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis akan menghasilkan 2-10 molekul monosakarida dan polisakarida adalah karbohidart yang jika dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari 10 molekul monosakarida contohnya amilum, selulosa glikogen dll. Senyawa karbohidrat yang terdapat dialam adalah jenis monosakarida, disakarida dan polidakarida

Senyawa karbohidarat dalam suatu cuplikan dapat diidentifkasi dengan melakukan uji mollich dan antron. Reagen molisch dengan karbohidrat akan memberikan larutan berwarna ungu atau hijau kebiruan. Senyawa karbohidrat yang mengandung gugus aldehid (gula pereduksi) contohnya glukosa dapat diidentifikasi dengan uji benedict. Gula pereduksi ini akan mereduksi ion kupri menjadi kupro yang ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna hijau, kuning atau merah bata yang mana warna ini bergantung pada karbohidrat yang diperiksa. Uji benedict ini sering digunakan untuk uji glukosa urine. Untuk membedakan monosakarida dan disakarida digunakan uji berfoed. Senyawa monosakarida akan membentuk endapan merah bata lebih cepat dibanding senyawa disakarida.

Senyawa aldosa dan ketosa dapat dibedakan dengan menggunakan uji Tollens. Aldosa dengan reagen Tollens akan memberikan endapan cermin perak sedangkan ketosa tidak menimbulkan endapan cermin perak dengan reagen Tollens. Senyawa sukrosa dapat diidentifikasi dengan uji Seliwanoff yang ditandai dengan terbentuknya warna merah. Amilosa dan glikogen dapat diidentifikasi dengan uji Iodin, amilum dengan larutan Iodin akan menumbulkan warna biru dan glikogen akan memberikan endapan merah bata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Biosintesa Protein

Langkah-langkah proses Sintesis Protein

Secara garis besar, ADN sebagai bahan genetis mengendalikan sifat individu melalui proses sintesis protein. Ada dua kelompok protein yang dibuat ADN, yaitu protein struktural dan protein katalis. Protein struktural akan membentuk sel, jaringan, dan organ hingga penampakan fisik suatu individu. Inilah yang menyebabkan ciri fisik tiap orang berbeda satu sama lain. Protein katalis akan membentuk enzim dan hormon yang berpengaruh besar terhadap proses metabolisme, dan akhirnya berpengaruh terhadap sifat psikis, emosi, kepribadian, atau kecerdasan seseorang.

Proses sintesis protein dapat dibedakan menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah transkripsi yaitu pencetakan ARNd oleh ADN yang berlangsung di dalam inti sel. ARNd inilah yang akan membawa kode genetik dari ADN. Tahap kedua adalah translasi yaitu penerjemahan kode genetik yang dibawa ARNd oleh ARNt.

Sebelum saya jelaskan prosesnya, sebaiknya pahami ini:
- Langkah sintesis protein: Transkripsi dan Translasi
- Tempat berlangsung: Ribosom
- Perancang jenis protein: ADN
- Pelaksana proses sintesis: ARNd, ARNt, dan ARNr
- Sumber energi: Adenosin Tri Phosphat (ATP)
- Bahan sintesis protein: asam amino
- Enzim yang diperlukan untuk transkripsi: ARN polimerase


1. Transkripsi
Langkah transkripsi berlangsung sebagai berikut:

1. Sebagian rantai ADN membuka, kemudian disusul oleh pembentukan rantai ARNd. Rantai ADN yang mencetak ARNd disebut rantai sense/template. Pasangan rantai sense yang tidak mencetak ARNd disebut rantai antisense.
2. Pada rantai sense ADN didapati pasangan tiga basa nitrogen (triplet) yang disebut kodogen. Triplet ini akan mencetak triplet pada rantai ARNd yang disebut kodon. Kodon inilah yang disebut kode genetika yang berfungsi mengkodekan jenis asam amino tertentu yang diperlukan dalam sintesis protein. Selanjutnya boleh dikatakan bahwa ARNd atau kodon itulah yang merupakan kode genetika. Lihat daftar kodon dan asam amino yang dikodekannya di bawah ini.
3. Setelah terbentuk, ARNd keluar dari inti sel melalui pori-pori membran inti menuju ke ribosom dalam sitoplasma.

Untuk setiap satu molekul protein yang dibentuk akan selalu dimulai dengan kodon inisiasi atau kodon start yaitu AUG yang mengkodekan asam amino metionin. Jika satu molekul protein telah terbentuk akan selalu diakhiri dengan tanda berupa kodon stop atau kodon terminasi, yaitu UGA, UAA, atau UAG

Konsep penting:

Pasangan tiga basa nitrogen disebut triplet. Triplet yang terdapat pada rantai sense ADN yang mencetak ARNd disebut kodogen. Triplet yang terdapat pada ARNd disebut kodon. Triplet yang terdapat pada ARNt disebut antikodon.

2. Translasi
Pahami dulu konsep ini:

ARNt memiliki triplet yang merupakan pasangan kodon dan disebut antikodon. Setiap ARNt hanya dapat mengikat satu jenis asam amino sesuai yang dikodekan oleh kodon. Jadi dalam translasi terjadi penerjemahan kode genetik yang dibawa ARNd (kodon) oleh ARNt (antikodon) dengan cara ARNt mengikat satu asam amino yang sesuai.

Setelah ARNd keluar dari dalam inti, selanjutnya ia bergabung dengan ribosom dalam sitoplasma. Langkah berikutnya adalah penerjemahan kode genetik (kodon) yang dilakukan oleh ARNt. Caranya, ARNt akan mengikat asam amino tertentu sesuai yang dikodekan oleh kodon, lalu membawa asam amino tersebut dan bergabung dengan ARNd yang telah ada di ribosom. Langkah tersebut dilakukan secara bergantian oleh banyak ARNt yang masing-masing mengikat satu jenis asam amino yang lain.

Mungkinkah ARNt keliru membawakan jenis asam amino sehingga tidak sesuai dengan kodon? Kecuali terjadi mutasi, kemungkinan hal ini sangat kecil terjadi. Karena setiap ARNt yang membawa asam amino akan berpasangan tepat sama dengan ARNd membentuk pasangan kodon – antikodon. Dengan cara demikian kecil kemungkinan ARNt ‘salah membawa’ asam amino.

Setelah asam amino dibawa ARNt bergabung dengan ARNd di ribosom, selanjutnya akan terjadi ikatan antar asam amino membentuk polipeptida. Protein akan terbentuk setelah berlangsung proses polimerisasi.

Simpulan singkat langkah sintesis protein berlangsung sebagai berikut:

ADN mencetak ARNd dalam proses transkripsi yang berlangsung di dalam inti.

ARNd keluar dari dalam inti bergabung dengan ribosom di sitoplasma.

Datang ARNt membawa asam amino yang sesuai dengan kodon.

Terjadi ikatan antar asam amino sehingga terbentuk protein.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)